Selasa, 10 Januari 2012

just thinking it, ilan!


Ilan…
Jika terbersit saja niat untuk menyakiti suamimu, coba renungkan hal ini sejenak.
***
Pernahkah suamimu menyakitimu?
Pernahkah dia mempunyai kesalahan yang sangat tidak termaafkan?
Mungkin ada beberapa kesalahan, tapi apakah kesabarannya yang sangat luar biasa itu terkalahkan oleh kesalahan-kesalahan kecilnya? Kesalahan yang hanya menunjukkan bahwa ia pun manusia biasa yang pernah khilaf.
Pernahkah suamimu berkata atau berbuat kasar yang menyakiti hatimu?
Pernahkah suamimu meninggikan suaranya ketika berbicara denganmu?
Pernahkah suamimu mengeluh ketika ia sedang sakit?
Pernahkah suamimu membicarakan kekuaranganmu?
Pernahkah suamimu marah ketika kamu lalai melayaninya?
Pernahkah suamimu menuntut atau meminta sesuatu selain ingin kau selalu istiqomah menjadi wanita yang sholehah?
Pernahkah suamimu marah, ilan?
Pernahkah ia mendzalimu, ilan?
Pernahkah ada perkataan yang menyakitimu ketika kau marah dan menyalahkan segala kesalahannya?
Pernahkah ia menjadi lelaki yang mengecewakanmu sedemikian dalam?
***
Kau pun tahu bahwa semua jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu adalah TIDAK, ilan.
***
Dan akhirnya kau pun menyadari, mengapa kau memilihnya untuk menjadi pendamping hidupmu. Karena Allah yang memilihkannya, ilan.
Lelaki terbaik itu adalah A. Hendrayana. Lelaki yang selama 27 bulan ini menjadi suamimu. Lelaki sholeh yang selalu berusaha membahagiakanmu dengan caranya. Love him just the way he is, ilan…
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar